Mimpi buruk

Posted in Uncategorized on Mei 25, 2017 by MimiLidiyawati

Pagi td 25-5-17

Setelah sholat subuh aku tidur lagi ..

Ternyata itu membuat aku mimpi serem banget ..

Awalnua sih gk serem

Aku main dirumah seorang kerabat waktu kecil ..

Rumah itu seperti diperumahan dinas sekolah

Trus aku keluar dr sekolah itu

Bertemu dgn segerombolan ibu2

Distu jga ada kerabat lama yg nanyain aku mau kemana

Dan aku blg kerumah pak …..

Ibu itu pun mengikuti aku dgn 2 orang anaknya sambil berkata saya tidak tau rumah pak …. ikut bareng ya

Ntah mengapa sedang dalam perjalanan seputaran sekolah itu anak ibu td berlari seolah tau rumahnya dan alhasil karna ngikuti anak td saya jd lupa jalan kesana seolah tersesat dan anak ibu td kakinya digigit anjing sontak ibu itu marah2 kepada saya karna katanya gara2 ngikutin saya ..

Saya yg bingung tak tau arah dan menangislah

Sampai tiba disuatu pos satpam atau ronda gtu ada ibu2 dan saya bertanya bu tau rumahnya pak … saya mau ksana tp saya nyasar 

Ibu itu menunjuk jalan dgn tangannya tp saya tetap tdk paham jga akhirnya ibu itu mengantarkan saya bersama anak nya 

Dalam perjalanan ksana tiba2 saya bisa pke mtor loh (bingung jg td nangis2 gk bawa mtor) eh mtornya gk mau jalan ditanjakan

Akhirnya sampe lah disebuah kuburan dan ibu itu blg “disana rumahnya” haa ini kan kuburan koq bisa

Dan yg buat aku syok byk zombi bermunculan dan aku lari sekencang2nya

Tangan kanan ku digigit zombi tp aku bisa kabur

Tiba2 datang lg zombi dr atas diserang lg aku dan kaki kanan ku digigit juga sama zombi

Aku bertanya sama ibu yg nganter td apa disini memang byk zombi

Dan ibu td blg iya dsini memang begitu namanya jga kuburan

Setelah itu aku lgsg bangun 

Keringat dimana2 jadinya

Seperti nyata

Ada yg tau arti mimpi itu apa?

Asal Post

Posted in Uncategorized on Februari 29, 2016 by MimiLidiyawati

Aku..
Aku ya aku ..
Aku yg byk temen laki2 dr pada perempuan !
Tp aku tak pernah menjadikan temanku untuk menjadi kekasih !
Aku tau menempatkan diri ..

Aku ..
Aku punya fikiran sendiri yg berbeda !
Fikiran ku mungkin beda dari orang lain !
Tp inilah aku ..

Terserah mau menyakiti aku bagaimanapun ..
Karma selalu berlaku ..
Sekarang mungkin kalian bisa tertawa bebas tp nanti kalian akan menyesal !

Sekarang ..
Ya sekarang aku lebih memilih diam ..
Diam tuk sekedar pura2 tak tau dan tak dengar yg dikatakam orang !
Aku hanya inginkan kebahagiaan kecil !
Untuk melupakan orang yg menyakiti ku !

Tulisan tak penting yg ku buat !
Hanya untuk mengungkapkan isi hati !
Cukup aku yg tau !

image

“MimiLidiyawati, Amd.Keb”

A K U

Posted in Uncategorized on Februari 28, 2016 by MimiLidiyawati

aku ..
aku tak pernah ingin menjadi aku ..
bahkan terkadang aku ingin menjadi mereka ..
mereka yg ku anggap hidupnya lebih bahagia ..
mereka yg ku anggap hidupnya lebih menarik ..
mereka yg ku anggap hidupnya lebih oenuh canda dan tawa ..

tp aku tetaplah aku ..
bagaimanapun aku ingin menjadi seperti mereka ..
AKU TETAPLAH AKU ..
aku yg tak tau bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan ..
aku yg ingin mencari kebahagiaan ..

Apa aku bisa mendapatkannya?
Apa aku bisa bahagia?
Ntahlah ..
Mungkin semua akan menjadi rahasia ..
Rahasia yg hanya diketahui oleh pencipta ku ..

AKU TETAPLAH AKU !
AKU BUKAN MEREKA !

image

“MimiLidiyawati, Amd.Keb”

Suka Duka Membuka Hati

Posted in Uncategorized on Februari 28, 2016 by MimiLidiyawati

Aku sempat bahagia mengenal mu..
Aku sempat bahagia menikmati setiap waktu saat bersamamu..
Namun semua hancur saat kau mengatakan hal yg membuatku sakit..
Rasanya percuma selama ini..
Rasanya sakit selama ini..
Andai aku tak pernah membuka hati ku..
Pasti aku tak akan sesakit ini..
Padahal kau pernah berjanji untuk tak menyakiti aku..
Tp ternyata kau sama !
Tak ada bedanya !
Kau hanya bisa menyakiti hati ku ..
Yasudahlah ..
Mungkin allah punya takdir dan rencana lain untuk ku 😦
Aku hanya berharap tak akan ada lagi yg menyakiti ku ..
Mulai saat ini aku benar2 harus menutup hati..
Ntah untuk berapa lama lagi ..
Karna sakit kecewa itu benar2 menimbulkan sesak di dada ..

image

“MimiLidiyawati, Amd.Keb”

Kekecewaan,, Trauma Mendalam,, Cinta Yang Di Khianati

Posted in Uncategorized on Januari 2, 2016 by MimiLidiyawati

Sungguh ku rasakan kekecewaan yg amat sangat membekas..
Setelah ku lalui bersama..
Hari2 yg panjang bahkan kisah cinta yg di restui kluarga..

semua berakhir berantakan..
hingga kini ku rasakan TRAUMA yg membuatku takut hal itu terjadi lagi..

Seandainya kita mengakhiri smuanya dalam kondisi yang baik..
Mungkin pedih itu tak akan aku rasakan hingga kini..

Masih terlukis jelas kejadian itu di ingatan ku..
Masih tergambar jelas apa yg terjadi malam itu..
Andai saja kau tak melakukan hal aejahat itu..
Aaaarrrrgh..
Sungguh hancur hati ku..
Mengapa kau lakukan itu???
Mengapa kau buat kado terpahit di malam ulang tahun ku???

Ku sudah berusaha buat melupakan semua..
Tp apa daya..
Semua masih tergambar jelas..
Hal yg membuat ku hingga saat ini masih tetap sendiri..

Tp akhir minggu ini..
Ada seorang yg bisa membuat ku sedikit melupakan bayang itu..
Membuat ku mulai merasakan apa yg dlu pernah ku rasakan..
aku bingung apa yg terjadi..
ada banyak pria yg mendekat..
tp ku tak pernah merasakan hal ini..

tp ku sadar posisiku..
ku tak mungkin masuk dalam hidupnya..

ku tak mungkin menghancurkan hubungannya..

mungkin kan kuputuskan untuk menjauh dari nya 😥

TEORI PERILAKU

Posted in Uncategorized on Juli 5, 2014 by MimiLidiyawati

KONSEP PERILAKU

A. Pengertian Perilaku

Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2003).

Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – Respon.

Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2003) :

1. Perilaku tertutup (convert behavior)

Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (convert). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang terjadi pada orang yang menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.

2. Perilaku terbuka (overt behavior)

Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat oleh orang lain.

B. Klasifikasi Perilaku Kesehatan

Perilaku kesehatan menurut Notoatmodjo (2003) adalah suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit atau penyakit, sistim pelayanan kesehatan, makanan, dan minuman, serta lingkungan. Dari batasan ini, perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok :

1. Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintanance).

Adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit.

2. Perilaku pencarian atau penggunaan sistem atau fasilitas kesehatan, atau sering disebut perilaku pencairan pengobatan (health seeking behavior).

Perilaku ini adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit dan atau kecelakaan.

3. Perilaku kesehatan lingkungan

Adalah apabila seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya, dan sebagainya.

C. Domain Perilaku

Menurut Bloom, seperti dikutip Notoatmodjo (2003), membagi perilaku itu didalam 3 domain (ranah/kawasan), meskipun kawasan-kawasan tersebut tidak mempunyai batasan yang jelas dan tegas. Pembagian kawasan ini dilakukan untuk kepentingan tujuan pendidikan, yaitu mengembangkan atau meningkatkan ketiga domain perilaku tersebut, yang terdiri dari ranah kognitif (kognitif domain), ranah affektif (affectife domain), dan ranah psikomotor (psicomotor domain).

Dalam perkembangan selanjutnya oleh para ahli pendidikan dan untuk kepentingan pengukuran hasil, ketiga domain itu diukur dari :

1. Pengetahuan (knowlegde)

Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Tanpa pengetahuan seseorang tidak mempunyai dasar untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang :

1) Faktor Internal : faktor dari dalam diri sendiri, misalnya intelegensia, minat, kondisi fisik.

2) Faktor Eksternal : faktor dari luar diri, misalnya keluarga, masyarakat, sarana.

3) Faktor pendekatan belajar : faktor upaya belajar, misalnya strategi dan metode dalam pembelajaran.

Ada enam tingkatan domain pengetahuan yaitu :

1) Tahu (Know)

Tahu diartikan sebagai mengingat kembali (recall) terhadap suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.

2) Memahami (Comprehension)

Suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.

3) Aplikasi

Diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya.

4) Analisis

Adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi dan ada kaitannya dengan yang lain.

5) Sintesa

Sintesa menunjukkan suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan baru.

6) Evaluasi

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melaksanakan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi / objek.

2. Sikap (attitude)

Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap mempunyai tiga komponen pokok :

1) Kepercayaan (keyakinan), ide, konsep terhadap suatu objek

2) Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek

3) Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave)

Seperti halnya pengetahuan, sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan :

1) Menerima (receiving)

Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).

2) Merespon (responding)

Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan, dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.

3) Menghargai (valuing)

Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.

4) Bertanggung jawab (responsible)

Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi.

3. Praktik atau tindakan (practice)

Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan yang nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas dan faktor dukungan (support) praktik ini mempunyai beberapa tingkatan :

1) Persepsi (perception)

Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktik tingkat pertama.

2) Respon terpimpin (guide response)

Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh adalah merupakan indikator praktik tingkat kedua.

3) Mekanisme (mecanism)

Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, maka ia sudah mancapai praktik tingkat tiga.

4) Adopsi (adoption)

Adaptasi adalah suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik. Artinya tindakan itu sudah dimodifikasi tanpa mengurangi kebenaran tindakan tersebut.

Pengukuran perilaku dapat dilakukan secara langsung yakni dengan wawancara terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan beberapa jam, hari atau bulan yang lalu (recall). Pengukuran juga dapat dilakukan secara langsung, yakni dengan mengobservasi tindakan atau kegiatan responden.

Menurut penelitian Rogers (1974) seperti dikutip Notoatmodjo (2003), mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi proses berurutan yakni :

1) Kesadaran (awareness)

Dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus (objek)

2) Tertarik (interest)

Dimana orang mulai tertarik pada stimulus

3) Evaluasi (evaluation)

Menimbang-nimbang terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.

4) Mencoba (trial)

Dimana orang telah mulai mencoba perilaku baru.

5) Menerima (Adoption)

Dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.

D. Asumsi Determinan Perilaku

Menurut Spranger membagi kepribadian manusia menjadi 6 macam nilai kebudayaan. Kepribadian seseorang ditentukan oleh salah satu nilai budaya yang dominan pada diri orang tersebut. Secara rinci perilaku manusia sebenarnya merupakan refleksi dari berbagai gejala kejiwaan seperti pengetahuan, keinginan, kehendak, minat, motivasi, persepsi, sikap dan sebagainya.

Namun demikian realitasnya sulit dibedakan atau dideteksi gejala kejiwaan tersebut dipengaruhi oleh faktor lain diantaranya adalah pengalaman, keyakinan, sarana/fasilitas, sosial budaya dan sebagainya. Proses terbentuknya perilaku dapat diilustrasikan pada gambar berikut :

Gambar 2.1 Determinan terbentuknya perilaku

Beberapa teori lain yang telah dicoba untuk mengungkap faktor penentu yang dapat mempengaruhi perilaku khususnya perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, antara lain :

1. Teori Lawrence Green (1980)

Green mencoba menganalisis perilaku manusia berangkat dari tingkat kesehatan. Bahwa kesehatan seseorang dipengaruhi oleh 2 faktor pokok, yaitu faktor perilaku (behavior causes) dan faktor diluar perilaku (non behavior causes).

Faktor perilaku ditentukan atau dibentuk oleh :

1) Faktor predisposisi (predisposing factor), yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya.

2) Faktor pendukung (enabling factor), yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan, misalnya puskesmas, obat-obatan, alat-alat steril dan sebagainya.

3) Faktor pendorong (reinforcing factor) yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lain, yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat.

2. Teori Snehandu B. Kar (1983)

Kar mencoba menganalisis perilaku kesehatan bertitik tolak bahwa perilaku merupakan fungsi dari :

1) Niat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau perawatan kesehatannya (behavior itention).

2) Dukungan sosial dari masyarakat sekitarnya (social support).

3) Adanya atau tidak adanya informasi tentang kesehatan atau fasilitas kesehatan (accesebility of information).

4) Otonomi pribadi orang yang bersangkutan dalam hal mengambil tindakan atau keputusan (personal autonomy).

5) Situasi yang memungkinkan untuk bertindak (action situation).

3. Teori WHO (1984)

WHO menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang berperilaku tertentu adalah :

1) Pemikiran dan perasaan (thougts and feeling), yaitu dalam bentuk pengetahuan, persepsi, sikap, kepercayaan dan penilaian seseorang terhadap objek (objek kesehatan).

(1) Pengetahuan diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain.

(2) Kepercayaan sering atau diperoleh dari orang tua, kakek, atau nenek. Seseorang menerima kepercayaan berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu.

(3) Sikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap objek. Sikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri atau orang lain yang paling dekat. Sikap membuat seseorang mendekati atau menjauhi orang lain atau objek lain. Sikap positif terhadap tindakan-tindakan kesehatan tidak selalu terwujud didalam suatu tindakan tergantung pada situasi saat itu, sikap akan diikuti oleh tindakan mengacu kepada pengalaman orang lain, sikap diikuti atau tidak diikuti oleh suatu tindakan berdasar pada banyak atau sedikitnya pengalaman seseorang.

2) Tokoh penting sebagai Panutan. Apabila seseorang itu penting untuknya, maka apa yang ia katakan atau perbuat cenderung untuk dicontoh.

3) Sumber-sumber daya (resources), mencakup fasilitas, uang, waktu, tenaga dan sebagainya.

4) Perilaku normal, kebiasaan, nilai-nilai dan penggunaan sumber-sumber didalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup (way of life) yang pada umumnya disebut kebudayaan. Kebudayaan ini terbentuk dalam waktu yang lama dan selalu berubah, baik lambat ataupun cepat sesuai dengan peradapan umat manusia (Notoatmodjo, 2003).

photo gendong bayi

Posted in Uncategorized on April 9, 2014 by MimiLidiyawati

photo gendong bayi

Dinas di klinik